Two People Exchanging Saliva (2025)
Two People Exchanging Saliva (2025) menghadirkan film pendek dystopian dengan perpaduan dark comedy, drama, romance, dan satire sosial yang unik. Ditulis serta disutradarai Natalie Musteata dan Alexandre Singh, film ini membawa penonton ke masyarakat represif tempat berciuman dilarang dan dapat dihukum mati, sementara orang-orang justru melakukan transaksi dengan menerima tamparan di wajah.
nonton Two People Exchanging Saliva (2025)
Two People Exchanging Saliva (2025) memiliki judul asli Deux personnes échangeant de la salive dan berpusat pada Angine, seorang perempuan yang menjalani kehidupan tidak bahagia di tengah masyarakat dengan aturan sosial yang sangat absurd. Ia sering berbelanja secara kompulsif di sebuah department store, tempat transaksi tidak dilakukan menggunakan uang tetapi melalui jumlah tamparan yang harus diterima pembeli.
Kehidupan Angine mulai berubah ketika ia bertemu Malaise, seorang pegawai toko muda yang menarik perhatiannya. Hubungan keduanya berkembang perlahan meskipun tindakan sederhana seperti berciuman justru merupakan pelanggaran yang dapat membawa hukuman paling berat.
Angine Hidup dalam Masyarakat yang Represif
Zar Amir Ebrahimi memerankan Angine, perempuan yang terlihat menjalani kehidupan teratur tetapi sebenarnya menyimpan rasa tidak puas dan kesepian. Kebiasaan belanjanya menjadi salah satu cara untuk melarikan diri dari rutinitas serta tekanan lingkungan.
Angine hidup dalam dunia yang menganggap kekerasan fisik sehari-hari sebagai sesuatu yang normal, sementara bentuk keintiman justru dianggap berbahaya. Kontradiksi tersebut menjadi dasar satire utama film.
Luàna Bajrami sebagai Malaise
Luàna Bajrami tampil sebagai Malaise, pegawai department store yang mempunyai kepribadian lebih polos dan spontan dibandingkan Angine. Pertemuan mereka menciptakan hubungan yang perlahan bergerak melampaui interaksi biasa antara pelanggan dan pekerja toko.
Kehadiran Malaise membuat Angine mulai mempertanyakan kehidupan yang selama ini diterimanya tanpa banyak perlawanan. Ketertarikan di antara keduanya berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya karena masyarakat tempat mereka tinggal tidak memberikan ruang bagi kebebasan tersebut.
Berciuman Menjadi Tindakan Terlarang
Salah satu gagasan paling mencolok dalam Two People Exchanging Saliva adalah aturan bahwa berciuman dapat dihukum mati. Film menggunakan konsep ekstrem tersebut untuk menunjukkan masyarakat yang mengendalikan tubuh dan hubungan pribadi.
Larangan tersebut membuat tindakan sederhana antara dua orang berubah menjadi bentuk perlawanan. Ketika Angine dan Malaise semakin dekat, hubungan mereka otomatis menjadi ancaman terhadap sistem yang mengatur kehidupan mereka.
Transaksi Dilakukan dengan Tamparan
Dunia film mempunyai sistem ekonomi absurd di mana seseorang membayar barang dengan menerima tamparan. Semakin banyak barang yang dibeli, semakin banyak pula kekerasan yang harus diterima.
Konsep tersebut memberikan humor gelap sekaligus kritik sosial. Kekerasan dianggap sebagai transaksi normal, sedangkan kasih sayang justru diperlakukan seperti kejahatan serius.
Department Store Menjadi Pusat Cerita
Sebagian besar hubungan Angine dan Malaise berkembang di dalam sebuah department store. Ruang tersebut bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga menjadi representasi masyarakat yang mengubah kekerasan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Interior toko yang teratur bertolak belakang dengan aturan sosial yang tidak masuk akal. Kontras tersebut membuat dunia film terasa familiar sekaligus mengganggu.
Pétulante Mulai Mencurigai Hubungan Mereka
Aurélie Boquien memerankan Pétulante, rekan kerja yang mulai memperhatikan kedekatan antara Angine dan Malaise. Rasa cemburu dan kecurigaan membuat hubungan rahasia keduanya semakin sulit disembunyikan.
Kehadiran Pétulante membawa tekanan tambahan karena masyarakat yang represif tidak membutuhkan banyak bukti untuk menghukum orang yang dianggap melanggar norma.
Vicky Krieps Menjadi Narator
Vicky Krieps memberikan suara sebagai narator film. Narasi tersebut membantu memperkenalkan aturan dunia serta memberikan nuansa dongeng gelap terhadap cerita yang sebenarnya sangat satir.
Penggunaan narator juga memperkuat kesan bahwa penonton sedang menyaksikan sebuah fabel tentang masyarakat yang mempunyai nilai moral terbalik.
Romansa Queer di Tengah Dunia Dystopian
Hubungan antara Angine dan Malaise menjadi pusat emosional film. Ketertarikan mereka berkembang dalam lingkungan yang secara aktif melarang bentuk kedekatan tertentu.
Karena itu, romance dalam film tidak hanya berbicara mengenai cinta dua orang, tetapi juga mengenai kebebasan memilih hubungan serta hak untuk menentukan kehidupan pribadi sendiri.
Dark Comedy dan Satire Berjalan Bersamaan
Meskipun premisnya sangat gelap, film menggunakan humor absurd sebagai bagian penting dari pendekatannya. Sistem pembayaran berupa tamparan menjadi salah satu contoh bagaimana aturan kejam dipresentasikan secara datar dan normal.
Humor tersebut justru memperkuat kritik. Penonton dibuat tertawa terhadap sesuatu yang tidak masuk akal sebelum menyadari betapa brutalnya masyarakat yang digambarkan.
Visual Hitam Putih Memberikan Identitas Kuat
Film sebagian besar menggunakan visual hitam-putih yang membantu membangun atmosfer surreal dan dingin. Sinematografi ditangani Alexandra de Saint Blanquat.
Pilihan visual tersebut memperkuat kesan bahwa dunia yang ditempati Angine dan Malaise dikendalikan oleh aturan ketat. Warna yang terbatas juga membuat ekspresi serta gerak tubuh karakter menjadi lebih menonjol.
Natalie Musteata dan Alexandre Singh sebagai Sutradara
Two People Exchanging Saliva ditulis dan disutradarai bersama oleh Natalie Musteata dan Alexandre Singh. Keduanya membangun dunia dystopian melalui kombinasi absurditas, romance, dan kritik sosial.
Alih-alih menjelaskan sistem politik secara panjang lebar, film cukup memperlihatkan beberapa aturan ekstrem yang langsung menunjukkan bagaimana masyarakat tersebut bekerja.
Musik dari Bobak Lotfipour
Bobak Lotfipour menangani musik film, sementara Hanna Park bertanggung jawab terhadap penyuntingan. Musik dan editing membantu menjaga keseimbangan antara suasana romantis, humor absurd, dan ancaman yang terus berkembang.
Karena durasinya relatif singkat, setiap perubahan tone harus bergerak cepat tanpa kehilangan fokus pada hubungan Angine dan Malaise.
Pemeran Two People Exchanging Saliva
Selain Zar Amir Ebrahimi sebagai Angine dan Luàna Bajrami sebagai Malaise, film ini dibintangi Nicolas Bouchaud sebagai Chagrin, Aurélie Boquien sebagai Pétulante, Mitchell Jean sebagai Jérémiade, Mustapha Abourachid sebagai Arnaque, Lucile Jaillant sebagai Carie, serta Thibaut De Lussy sebagai Tuyaux.
Vicky Krieps hadir sebagai narrator. Penamaan karakter yang tidak biasa semakin memperkuat dunia absurd dan bergaya alegoris yang dibangun film.
Durasi Two People Exchanging Saliva
Film mempunyai durasi sekitar 36 menit dan menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Produksi merupakan kerja sama Prancis dan Amerika Serikat.
Durasi tersebut menempatkannya di antara short film dan mid-length film, sehingga beberapa festival memasukkannya dalam kategori film pendek sementara festival lain menempatkannya dalam program mid-length.
Premiere di Telluride Film Festival
Film melakukan world premiere di Telluride Film Festival pada 30 Agustus 2024. Setelah itu, film diputar di AFI Fest pada Oktober 2024 dan memenangkan Grand Jury Prize untuk Live Action Short.
Perjalanan festival kemudian berlanjut sepanjang 2025 ke Clermont-Ferrand, BFI Flare, San Francisco International Film Festival, Seattle International Film Festival, Melbourne International Film Festival, dan berbagai festival lainnya.
Meraih Banyak Penghargaan Festival
Two People Exchanging Saliva mendapatkan sejumlah penghargaan, termasuk Canal+ National Award dan National Audience Award di Clermont-Ferrand serta Golden Gate Mid-Length Film Award di San Francisco International Film Festival.
Film juga mendapatkan penghargaan dari berbagai festival internasional lain dan masuk dalam perhatian musim penghargaan berikutnya, memperkuat reputasinya sebagai salah satu short film dystopian yang menonjol.
Perbedaan Tahun 2024 dan 2025
Secara festival, film pertama kali diputar pada 2024. Namun distribusi serta peredarannya jauh lebih luas sepanjang 2025, termasuk penayangan melalui Canal+ di Prancis pada 26 Mei 2025.
Karena alasan tersebut, beberapa katalog streaming mencantumkan film dengan tahun 2025. Artikel ini menggunakan judul Two People Exchanging Saliva (2025) sesuai katalog dan halaman internal yang digunakan.
Alasan Two People Exchanging Saliva Menarik untuk Ditonton
Daya tarik utama Two People Exchanging Saliva berada pada konsep dunianya yang sederhana tetapi sangat tajam: masyarakat menerima kekerasan sebagai transaksi normal sekaligus menghukum keintiman. Dari premis tersebut, film membangun romance queer, dark comedy, satire, dan kritik mengenai kontrol sosial.
Bagi penonton yang menyukai dystopian film, short movie, satire absurd, romance queer, dan cerita dengan gaya visual tidak biasa, karya Natalie Musteata dan Alexandre Singh menawarkan pengalaman yang singkat tetapi berkesan. Ikuti hubungan Angine dan Malaise di tengah dunia yang melarang mereka untuk dekat melalui Nonton Two People Exchanging Saliva (2025) hingga akhir.
