Parasomnia (2025)
Parasomnia (2025) menghadirkan horror supernatural tentang seorang perempuan muda yang hidupnya terus dibayangi mimpi buruk dan trauma masa lalu. Ditulis serta disutradarai James Ross II dan dibintangi Jasmine Mathews, film ini memadukan night terror, misteri orang hilang, trauma psikologis, serta ancaman makhluk supernatural yang mungkin telah berpindah dari dunia mimpi ke kehidupan nyata.
nonton Parasomnia (2025)
Parasomnia (2025) berpusat pada Riley, seorang perempuan muda yang sejak lama mengalami night terrors mengerikan. Mimpi-mimpi tersebut bukan sekadar pengalaman tidur biasa karena selalu membawa sosok gelap yang terasa terlalu nyata untuk diabaikan.
Riley berusaha menjalani kehidupan normal dengan mengatur pola tidur dan menjaga dirinya tetap jauh dari situasi yang dapat memicu teror tersebut. Namun keseimbangan yang ia bangun mulai runtuh ketika seseorang yang dekat dengannya tiba-tiba menghilang.
Riley Menjadi Pusat Cerita
Jasmine Mathews memerankan Riley, karakter utama yang harus menghadapi ketakutan dari dua arah sekaligus. Ia membawa trauma masa lalu yang belum selesai, sementara mimpi buruk yang selama ini dianggap hanya bagian dari pikirannya mulai terasa semakin berhubungan dengan kejadian di dunia nyata.
Riley tidak hanya mencoba mencari orang yang menghilang, tetapi juga harus menentukan apakah dirinya masih dapat mempercayai apa yang dilihat dan dirasakannya. Pertanyaan tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan utama sepanjang film.
Night Terror Menjadi Ancaman Utama
Parasomnia menggunakan gangguan tidur sebagai dasar horror. Riley mengalami episode malam yang membuat dirinya sulit membedakan antara mimpi, ingatan, dan kenyataan.
Film memanfaatkan kondisi tersebut untuk menciptakan ketidakpastian. Setiap kali Riley tertidur, penonton tidak langsung mengetahui apakah adegan yang muncul benar-benar terjadi atau merupakan bagian dari mimpi buruknya.
Sosok Iblis dari Mimpi Mulai Muncul di Dunia Nyata
Konflik semakin besar ketika Riley mulai percaya bahwa makhluk yang selama ini menghantuinya dalam tidur telah berhasil memasuki dunia nyata. Sosok tersebut tidak lagi terasa seperti simbol trauma, tetapi sebagai ancaman yang mempunyai kemampuan untuk menyakiti orang-orang di sekitarnya.
Perubahan tersebut membuat Riley harus menghadapi ketakutan yang selama ini ia coba hindari. Tidur tidak lagi menjadi tempat beristirahat, melainkan pintu menuju sesuatu yang semakin sulit dikendalikan.
Hilangnya Sahabat Mengubah Segalanya
Salah satu kejadian penting dalam cerita adalah menghilangnya sahabat Riley. Peristiwa tersebut membuat dirinya mulai menghubungkan kejadian nyata dengan sosok yang selalu muncul dalam night terror.
Pencarian tersebut membawa Riley kembali menuju bagian masa lalu yang selama ini sengaja ia hindari. Semakin banyak hal yang ia ingat, semakin jelas bahwa ancaman yang dihadapi mungkin sudah mengikuti dirinya sejak lama.
RJ Brown sebagai Cam
RJ Brown memerankan Cam, salah satu karakter utama yang mempunyai hubungan dekat dengan Riley. Kehadirannya menjadi bagian penting ketika kondisi tidur dan perilaku Riley mulai semakin sulit dijelaskan.
Cam memberikan perspektif dari dunia luar terhadap pengalaman Riley. Ia harus menentukan apakah yang terjadi merupakan gangguan psikologis atau sesuatu yang benar-benar supernatural.
Sally Stewart sebagai Mama
Sally Stewart tampil sebagai Mama, karakter yang mempunyai hubungan dengan dunia serta masa lalu Riley. Sosok ini membantu membuka lapisan baru mengenai trauma, kepercayaan, dan kemungkinan kekuatan supernatural yang sedang dihadapi.
Kehadiran Mama memperluas cerita dari sekadar horror tentang mimpi buruk menjadi kisah yang juga menyentuh unsur spiritual serta hubungan dengan masa lalu.
Stephen Barrington sebagai David
Stephen Barrington memerankan David, salah satu karakter yang mempunyai kaitan penting dengan perjalanan Riley. Masa lalu Riley dan hubungan dengan orang-orang yang pernah berada di sekitarnya menjadi bagian besar dari misteri film.
Karakter David membantu memberikan konteks mengenai kejadian lama yang masih memengaruhi kondisi psikologis Riley pada masa sekarang.
The Seer Membawa Unsur Mistis
Simon Longnight tampil sebagai The Seer, karakter yang memperkuat unsur supernatural dalam cerita. Kehadirannya memberikan petunjuk bahwa pengalaman Riley mungkin tidak dapat dijelaskan hanya melalui psikologi atau gangguan tidur.
Karakter tersebut membantu menghubungkan dunia mimpi dengan konsep yang lebih besar mengenai roh, entitas, dan ancaman yang dapat mengikuti seseorang melewati batas kesadaran.
Trauma Masa Lalu Riley
Parasomnia tidak hanya menggunakan mimpi buruk sebagai sumber scare. Cerita juga memperlihatkan bahwa teror Riley mempunyai hubungan erat dengan pengalaman traumatis yang terjadi ketika dirinya masih lebih muda.
Ingatan lama yang belum selesai terus muncul dalam bentuk berbeda. Dengan demikian, monster dalam film dapat dilihat sebagai ancaman nyata sekaligus representasi dari sesuatu yang terus menghantui hidup Riley.
Dunia Mimpi dan Kenyataan Semakin Sulit Dibedakan
Salah satu kekuatan konsep Parasomnia adalah batas antara tidur dan sadar yang terus berubah. Film sengaja membuat penonton berada dalam posisi yang sama dengan Riley.
Ketika sebuah adegan terlihat nyata, selalu ada kemungkinan bahwa Riley sebenarnya masih bermimpi. Ketidakpastian tersebut menjadi alat utama dalam membangun suspense.
Horror Supernatural dengan Nuansa Psikologis
Parasomnia berada dalam genre horror, tetapi juga mempunyai unsur psychological thriller. Ancaman datang dari makhluk supernatural sekaligus kondisi mental karakter utama.
Perpaduan tersebut membuat film tidak hanya mengandalkan jump scare. Ketakutan berkembang dari rasa tidak yakin apakah Riley sedang melihat sesuatu yang nyata atau hanya mengalami efek dari trauma dan gangguan tidurnya.
James Ross II Menulis dan Menyutradarai Film
Parasomnia ditulis dan disutradarai James Ross II. Film ini menjadi debut penyutradaraan feature-length baginya dan menggunakan cerita horror supernatural dengan fokus kuat pada karakter.
Ross membangun ketegangan melalui mimpi buruk, ruang gelap, trauma, serta penggunaan sudut pandang Riley. Pendekatan tersebut membuat penonton terus mengikuti kondisi mental protagonis dari dekat.
Sinematografi Parasomnia
Mark Doering-Powell dan Christopher Lee Fatt menangani sinematografi film. Visual digunakan untuk membedakan suasana dunia nyata dengan bagian ketika Riley memasuki night terror.
Penggunaan ruang gelap, pencahayaan terbatas, dan perspektif subjektif membantu menciptakan perasaan seperti berada langsung di dalam mimpi buruk Riley.
Musik dari Filius Blue
Filius Blue menangani musik Parasomnia. Skor membantu memperkuat perubahan suasana antara momen tenang dengan adegan ketika ancaman mulai muncul.
Dalam horror yang berhubungan dengan tidur, penggunaan suara menjadi sangat penting karena hal kecil dapat memberi tanda bahwa Riley mulai memasuki keadaan yang berbeda dari kenyataan.
Pemeran Parasomnia
Selain Jasmine Mathews sebagai Riley dan RJ Brown sebagai Cam, film juga dibintangi Sally Stewart sebagai Mama, Stephen Barrington sebagai David, Simon Longnight sebagai The Seer, David Girard sebagai Father, River Blossom sebagai Riley muda, serta Gayla Johnson dan Dennis Mailu sebagai orang tua Riley.
Philip Willcox, Nichole Trugler, Amon Quick, Quinten Villatoro Domantay, Tanner Kurland, dan sejumlah pemain lain turut melengkapi jajaran karakter yang terhubung dengan masa lalu maupun kehidupan Riley saat ini.
Durasi Parasomnia
Parasomnia mempunyai durasi sekitar 85 menit atau 1 jam 25 menit dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Film berasal dari Amerika Serikat dan diproduksi sebagai horror independen.
Durasi yang relatif singkat membuat cerita bergerak cukup padat dari misteri awal menuju konflik supernatural tanpa terlalu banyak subplot yang menjauh dari Riley.
Festival dan Perilisan Parasomnia
Parasomnia pertama kali beredar melalui jalur festival pada 2025 dan kemudian terus diputar dalam berbagai program horror. Karena itu, sejumlah katalog mencantumkannya sebagai film tahun 2025.
Distribusi streaming yang lebih luas dilakukan melalui Shudder pada 4 September 2026, setelah film juga mendapatkan screening di IFC Center pada 2 September 2026. Perbedaan antara tahun festival dan tahun distribusi inilah yang membuat beberapa database mencantumkan 2025 sementara platform lain menampilkan 2026.
Alasan Parasomnia Menarik untuk Ditonton
Daya tarik utama Parasomnia berada pada perpaduan antara night terror, trauma psikologis, dan monster supernatural yang mungkin mampu berpindah dari mimpi ke dunia nyata. Ceritanya terus membuat penonton mempertanyakan batas antara pengalaman mental dengan ancaman yang benar-benar ada.
Bagi penonton yang menyukai supernatural horror, psychological thriller, cerita tentang mimpi buruk, dan film dengan protagonis yang harus menghadapi trauma masa lalu, Parasomnia menawarkan kisah horror yang gelap dan penuh ketidakpastian. Ikuti perjuangan Riley menghadapi sosok yang terus memburunya melalui Nonton Parasomnia (2025) hingga akhir.
