Can Only Imagine 2 (2026)
Nonton Can Only Imagine 2 (2026) melanjutkan kisah Bart Millard setelah kesuksesan besar lagu “I Can Only Imagine” membawa MercyMe menuju panggung yang jauh lebih besar. Namun kehidupan di balik ketenaran tidak berjalan semulus kariernya. Hubungan Bart dengan istri dan anaknya mulai tertekan, sementara hadirnya penyanyi dan penulis lagu Tim Timmons membuatnya kembali mempertanyakan arti keluarga, iman, serta bagaimana seseorang tetap bertahan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.
nonton Can Only Imagine 2 (2026)
I Can Only Imagine 2 merupakan drama biografi musik Amerika Serikat tahun 2026 sekaligus sekuel dari I Can Only Imagine (2018). Film ini disutradarai Andrew Erwin dan Brent McCorkle, dengan skenario karya McCorkle. John Michael Finley kembali sebagai Bart Millard, sementara Milo Ventimiglia bergabung sebagai Tim Timmons. Film berdurasi sekitar 110 menit dan dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 20 Februari 2026.
Bart Millard Menghadapi Tekanan di Balik Kesuksesan
Setelah MercyMe sukses besar, Bart berada dalam fase hidup yang seharusnya terasa sempurna: konser penuh, penggemar semakin banyak, dan karier musik terus berkembang. Namun film justru menyoroti sisi yang tidak terlihat dari kesuksesan tersebut, terutama hubungan Bart dengan keluarganya yang mulai mengalami keretakan.
Konflik terbesarnya datang dari hubungan dengan putranya, Sam, serta luka masa lalu yang belum benar-benar selesai. Kesuksesan akhirnya membuat Bart harus memilih apakah ia akan terus mengejar karier atau mulai menghadapi persoalan pribadi yang selama ini ia abaikan.
Sam Menjadi Pusat Konflik Keluarga
Sam, yang diperankan Sammy Dell, memiliki peranan penting dalam cerita karena hubungannya dengan Bart menjadi salah satu bagian paling emosional. Rotten Tomatoes menyebut Sam menghadapi diagnosis yang mengubah hidupnya, membuat tekanan dalam keluarga Millard semakin besar.
Kondisi tersebut membuat Bart tidak hanya berhadapan dengan masalah sebagai musisi, tetapi juga sebagai seorang ayah. Film menggunakan situasi ini untuk memperlihatkan bahwa ketenaran tidak selalu dapat melindungi seseorang dari ketakutan dan kehilangan.
Milo Ventimiglia sebagai Tim Timmons
Milo Ventimiglia memerankan Tim Timmons, penyanyi dan penulis lagu yang bergabung dalam lingkaran MercyMe. Tim kemudian menjadi teman penting bagi Bart dan membawa perspektif baru mengenai rasa syukur, penderitaan, serta bagaimana iman dijalani ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit.
Tokoh Tim didasarkan pada musisi nyata yang selama bertahun-tahun hidup dengan diagnosis kanker yang tidak dapat disembuhkan. Hubungan dan pengalamannya menjadi salah satu sumber penting cerita di balik lagu MercyMe “Even If”.
Even If Menjadi Lagu Penting dalam Cerita
Jika film pertama sangat erat dengan lagu “I Can Only Imagine”, sekuelnya dibangun di sekitar kisah di balik “Even If”. Situs resmi film menyebut karya ini sebagai babak berikutnya dari perjalanan iman, keluarga, dan kemampuan menemukan harapan ketika kehidupan sedang berada dalam kondisi paling sulit.
Lagu tersebut memiliki fungsi lebih dari sekadar soundtrack. Cerita mengenai Bart dan Tim menunjukkan bagaimana musik dapat lahir dari pengalaman pribadi, penderitaan, serta usaha memahami keyakinan ketika hasil yang diharapkan tidak selalu datang.
Sophie Skelton sebagai Shannon
Sophie Skelton memerankan Shannon, istri Bart. Karakter ini menjadi figur penting ketika keluarga mereka menghadapi tekanan besar, terutama karena Shannon harus menjaga kestabilan keluarga sambil menghadapi keadaan Sam dan perubahan Bart akibat kariernya.
Hubungan Bart dan Shannon memberi film sisi drama keluarga yang kuat. Konfliknya tidak hanya membahas keyakinan, tetapi juga bagaimana pasangan tetap saling mendukung ketika pekerjaan, masa lalu, dan rasa takut mulai menekan hubungan mereka.
Dennis Quaid dan Trace Adkins Kembali
Dennis Quaid kembali sebagai Arthur, ayah Bart, sementara Trace Adkins kembali memerankan Scott Brickell, manajer MercyMe. Keduanya sebelumnya sudah muncul dalam film pertama sehingga kehadiran mereka membantu menjaga kesinambungan cerita.
Selain mereka, Arielle Kebbel tampil sebagai Hilary Timmons. Kombinasi karakter lama dan baru membuat film dapat melanjutkan kisah Bart tanpa kehilangan hubungan dengan perjalanan yang sudah dibangun dalam film sebelumnya.
Andrew Erwin dan Brent McCorkle Menangani Penyutradaraan
Andrew Erwin dan Brent McCorkle menjadi sutradara, sementara McCorkle juga menulis skenarionya dan menangani musik film. Johnny Derango bertugas sebagai sinematografer dan John Puckett menjadi editor.
Kingdom Story Company memproduksi film bersama mitra produksi lainnya dengan Lionsgate sebagai distributor. Film ini tetap mempertahankan karakter faith-based drama seperti pendahulunya, tetapi memperluas fokus menuju masalah keluarga dan konsekuensi ketenaran.
Film untuk Penggemar Drama Musik dan Kisah Inspiratif
I Can Only Imagine 2 cocok bagi penonton yang menyukai biografi musisi, drama keluarga, musik Kristen kontemporer, serta cerita tentang iman dan ketahanan menghadapi kesulitan. Film tidak hanya membahas kesuksesan MercyMe, tetapi lebih banyak memperlihatkan apa yang terjadi setelah impian terbesar Bart tercapai.
Bagi penonton yang ingin mengetahui bagaimana Bart menghadapi krisis keluarganya, bagaimana Tim Timmons memengaruhi hidupnya, serta bagaimana pengalaman mereka berkaitan dengan lahirnya lagu “Even If”, film ini menjadi kelanjutan penting dari kisah sebelumnya. Untuk mengikuti ceritanya secara lengkap, kunjungi halaman nonton Can Only Imagine 2 (2026).
