Coyote vs. Acme (2026)
Coyote vs. Acme (2026) menghadirkan komedi petualangan unik yang menggabungkan karakter animasi Looney Tunes dengan dunia live-action. Film ini mengikuti Wile E. Coyote yang akhirnya memutuskan menggugat ACME Corporation setelah bertahun-tahun menggunakan berbagai produk mereka yang selalu gagal dan justru membuat dirinya menjadi korban dari jebakan ciptaannya sendiri.
nonton Coyote vs. Acme (2026)
Coyote vs. Acme (2026) berpusat pada Wile E. Coyote yang sudah terlalu sering mengalami kecelakaan saat mencoba menangkap Road Runner. Setelah berbagai roket, pegas, jebakan, magnet, dan peralatan ACME berkali-kali tidak bekerja sesuai harapan, ia mengambil langkah yang tidak biasa: membawa perusahaan tersebut ke pengadilan.
Untuk menghadapi perusahaan besar itu, Wile E. Coyote bekerja sama dengan Kevin Avery, seorang pengacara cedera pribadi yang diperankan Will Forte. Dari sinilah film berkembang menjadi perpaduan antara courtroom comedy, slapstick khas Looney Tunes, dan konflik antara karakter kecil melawan korporasi besar.
Will Forte sebagai Kevin Avery
Will Forte memerankan Kevin Avery, pengacara yang membantu Wile E. Coyote menghadapi ACME Corporation. Karakter ini menjadi jembatan utama antara dunia manusia dengan kekacauan kartun yang dibawa karakter Looney Tunes.
Kevin bukan pengacara dari firma besar, sehingga kasus tersebut menjadi kesempatan besar sekaligus tantangan yang tidak biasa. Ia harus membuktikan bahwa produk ACME memang bermasalah sambil menghadapi perusahaan yang mempunyai sumber daya jauh lebih besar.
John Cena sebagai Buddy Crane
John Cena tampil sebagai Buddy Crane, pengacara yang mewakili ACME Corporation. Ia digambarkan sebagai sosok licin dan percaya diri yang berusaha mempertahankan perusahaan dari gugatan Wile E. Coyote.
Pertentangan antara Kevin dan Buddy menjadi salah satu pusat komedi film. Keduanya berada di sisi berlawanan dalam kasus yang sebenarnya terdengar absurd, tetapi diperlakukan cukup serius untuk menciptakan humor courtroom yang efektif.
Lana Condor sebagai Paige Avery
Lana Condor memerankan Paige Avery, keponakan Kevin yang ikut terlibat dalam perjalanan kasus tersebut. Kehadirannya membantu memperluas sisi manusia dalam cerita sekaligus memberikan karakter yang lebih dekat dengan generasi muda.
Paige juga menjadi bagian dari kelompok yang mendukung Wile E. Coyote ketika mereka mulai menyadari bahwa gugatan tersebut mungkin membuka sesuatu yang lebih besar mengenai praktik bisnis ACME.
Looney Tunes Kembali dalam Format Live-Action dan Animasi
Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah perpaduan karakter animasi dengan aktor live-action. Wile E. Coyote tetap mempertahankan gaya slapstick klasiknya, sementara karakter Looney Tunes lain seperti Bugs Bunny, Daffy Duck, Porky Pig, Tweety, Road Runner, Elmer Fudd, dan Foghorn Leghorn juga muncul dalam berbagai peran dan cameo.
Eric Bauza dan sejumlah pengisi suara veteran Looney Tunes kembali menghidupkan karakter-karakter tersebut. Pendekatan ini membuat film terasa seperti penghormatan terhadap kartun klasik sekaligus mencoba membawa mereka ke format komedi modern.
Gugatan terhadap ACME Menjadi Inti Cerita
Premis film mengambil lelucon yang sudah berjalan puluhan tahun dalam kartun Road Runner: hampir semua produk ACME yang digunakan Wile E. Coyote selalu berakhir dengan kegagalan. Film kemudian mengubah lelucon itu menjadi konflik hukum yang nyata.
Dengan menjadikan ACME sebagai perusahaan besar yang harus mempertanggungjawabkan produknya, cerita mendapatkan ruang untuk menyindir dunia korporasi, tanggung jawab produk, dan bagaimana perusahaan besar menghadapi konsumen yang dirugikan.
Dave Green Menyutradarai Coyote vs. Acme
Film ini disutradarai Dave Green dengan screenplay utama dari Samy Burch. James Gunn juga terlibat dalam pengembangan cerita dan menjadi salah satu produser bersama Christopher DeFaria.
Brandon Trost menangani sinematografi, Carsten Kurpanek bertanggung jawab atas editing, sementara Steven Price mengisi musik. Kombinasi tim live-action dan animasi tersebut menjadi penting karena film harus menjaga karakter kartun tetap terasa menyatu dengan lingkungan manusia.
Sempat Dibatalkan sebelum Akhirnya Dirilis
Coyote vs. Acme sempat menjadi salah satu film yang paling banyak dibicarakan karena Warner Bros. sebelumnya memilih untuk tidak merilisnya meskipun produksi telah selesai. Keputusan tersebut memicu respons besar dari filmmaker, penggemar, dan komunitas industri.
Film akhirnya mendapatkan kesempatan baru setelah Ketchup Entertainment mengambil alih distribusinya. Perjalanan panjang menuju layar lebar justru menjadi bagian dari daya tarik film, terutama karena premisnya sendiri berbicara tentang karakter kecil yang melawan perusahaan besar.
Durasi dan Rilis Coyote vs. Acme
Coyote vs. Acme dirilis secara luas di bioskop Amerika Serikat pada 28 Agustus 2026 melalui Ketchup Entertainment. Film memiliki rating PG dan durasi sekitar 103 menit, meskipun beberapa katalog mencatat 101 menit tergantung versinya.
Genre film mencakup adventure, animation, comedy, family, dan fantasy. Kombinasi tersebut membuat film dapat dinikmati oleh penggemar lama Looney Tunes maupun penonton keluarga yang baru mengenal Wile E. Coyote.
Alasan Coyote vs. Acme Menarik untuk Ditonton
Daya tarik utama Coyote vs. Acme berada pada premis sederhana tetapi sangat kreatif: bagaimana jika Wile E. Coyote akhirnya berhenti mengejar Road Runner dan justru menggugat perusahaan yang selama ini menjual produk gagal kepadanya? Film mengubah lelucon klasik Looney Tunes menjadi courtroom comedy tanpa kehilangan slapstick dan kekacauan khas karakter tersebut.
Bagi penonton yang menyukai Looney Tunes, komedi keluarga, film hybrid live-action dan animasi, serta cerita dengan satire korporasi, film ini menawarkan konsep yang segar sekaligus penuh nostalgia. Ikuti perjuangan Wile E. Coyote membawa ACME Corporation ke pengadilan melalui Nonton Coyote vs. Acme (2026) hingga akhir.
