Rosalie (2023)
Rosalie (2023) adalah drama sejarah Prancis-Belgia tentang seorang perempuan bernama Rosalie yang hidup di Prancis pada 1870-an. Sejak lahir, wajah dan tubuhnya ditumbuhi rambut, sehingga ia terus mencukurnya agar tidak dipandang berbeda. Ketika menikah dengan Abel, pemilik kafe yang terlilit utang, Rosalie mulai mempertanyakan apakah ia harus terus menyembunyikan dirinya atau berani hidup dengan identitas yang selama ini ditekan.
nonton Rosalie (2023)
Rosalie disutradarai Stéphanie Di Giusto dan dibintangi Nadia Tereszkiewicz sebagai Rosalie serta Benoît Magimel sebagai Abel. Film berdurasi sekitar 115 menit ini merupakan produksi Prancis-Belgia dan pertama kali diputar dalam program Un Certain Regard di Festival Film Cannes 2023. Di Prancis, film kemudian mendapat rilis bioskop pada 10 April 2024.
Rosalie Menolak Terus Menyembunyikan Dirinya
Konflik utama bermula dari keputusan Rosalie untuk berhenti mencukur rambut di wajahnya. Selama bertahun-tahun ia melakukan hal tersebut agar terhindar dari penolakan, tetapi pernikahannya dengan Abel membuat keinginan untuk diterima apa adanya semakin kuat.
Abel sendiri menikahi Rosalie karena membutuhkan mas kawinnya untuk membantu kondisi finansial. Ia tidak mengetahui rahasia Rosalie sebelum menikah, sehingga hubungan mereka kemudian diuji oleh rasa malu, penerimaan, dan tekanan masyarakat sekitar.
Terinspirasi dari Kisah Clémentine Delait
Film ini secara longgar terinspirasi dari kehidupan Clémentine Delait, perempuan Prancis berjanggut yang terkenal pada awal abad ke-20. Stéphanie Di Giusto menjelaskan bahwa ia tertarik pada Delait karena sosok tersebut menolak diperlakukan sekadar sebagai atraksi dan ingin menjalani kehidupan sebagai perempuan biasa.
Rosalie bukan biografi langsung. Nama, hubungan, dan berbagai peristiwa dramatiknya dikembangkan kembali agar cerita lebih berfokus pada identitas, cinta, serta bagaimana seseorang menghadapi pandangan masyarakat terhadap tubuhnya.
Nadia Tereszkiewicz Menjadi Pusat Film
Nadia Tereszkiewicz membawa Rosalie sebagai karakter yang rapuh sekaligus tegas. Perjalanannya bukan sekadar tentang menerima penampilan fisik, tetapi juga tentang hak untuk dilihat sebagai manusia tanpa harus menjadi tontonan atau objek rasa ingin tahu.
Benoît Magimel sebagai Abel menjadi lawan emosional yang penting. Hubungan mereka berkembang di antara kasih sayang, keterbatasan ekonomi, rasa takut terhadap penilaian sosial, dan kemampuan Abel menerima Rosalie sebagai pasangan.
Perbedaan dan Penerimaan Menjadi Tema Utama
Rosalie membahas bagaimana masyarakat menentukan siapa yang dianggap “normal”. Film menghindari pendekatan sensasional dan lebih memilih mengikuti pengalaman Rosalie sebagai perempuan yang ingin memiliki kehidupan, cinta, dan martabat seperti orang lain.
AlloCiné menyoroti film ini sebagai refleksi tentang perbedaan dan bagaimana Rosalie tidak ditempatkan sebagai “monster” atau tontonan sirkus. Pendekatan tersebut membuat konflik terasa lebih dekat dengan tema penerimaan tubuh, stigma sosial, dan hak atas identitas diri.
Latar Prancis 1870-an Memperkuat Tekanan Sosial
Setting akhir abad ke-19 memberi konteks penting karena standar sosial terhadap perempuan pada masa tersebut sangat ketat. Rosalie hidup di lingkungan kecil tempat penampilan, reputasi, dan pandangan masyarakat dapat menentukan posisi seseorang.
Karena itu, keputusan Rosalie untuk memperlihatkan dirinya bukan tindakan kecil. Ia secara langsung menantang norma yang selama ini memaksanya bersembunyi.
Stéphanie Di Giusto Kembali Mengangkat Tokoh Perempuan Tidak Biasa
Setelah La Danseuse, Stéphanie Di Giusto kembali tertarik pada figur perempuan yang menolak dikurung dalam definisi orang lain. Dalam wawancaranya di Cannes, ia menyebut Clémentine Delait sebagai sosok yang menginspirasinya karena memilih hidup sebagai perempuan, bukan menjadi sekadar fenomena yang dipertontonkan.
Drama Sejarah dengan Fokus pada Identitas dan Cinta
Daya tarik Rosalie terletak pada cara film menggabungkan drama periode, kisah cinta, dan pembahasan tentang perbedaan tanpa menjadikan kondisi Rosalie sebagai gimmick. Film lebih tertarik pada bagaimana ia membangun keberanian untuk hidup terbuka serta bagaimana hubungan dengan Abel berubah ketika rahasia tidak lagi dapat disembunyikan.
Bagi penonton yang menyukai drama sejarah dengan karakter kuat dan tema penerimaan diri, film ini menawarkan cerita yang intim sekaligus relevan. Informasi film selengkapnya dapat ditemukan melalui halaman Rosalie (2023).
